Powered By Blogger

Rabu, 15 Desember 2010

MAKALAH OLAHRAGA PENGARUH MEROKOK BAGI PERKEMBANGAN JANIN

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penyusun memilih judul ini berusaha untuk mengungkap kasus tentang banyaknya kasus tentang merokok bagi ibu hamil yang menimbulkan bahaya bagi janin yang di kandungnya.  Lebih dari 70.000 publikasi hasil penelitian medis yang membuktikan pengaruh buruk akibat rokok. Dari data di Indonesia, sebagian besar perokok berasal dari kalangan penduduk miskin. Secara tidak disadari, keluarga miskin meningkatkan alokasi anggaran untuk rokok yang mengakibatkan anggaran untuk makanan pokok harus dikurangi.
Bila dalam keluarga semacam ini terdapat anak kelompok balita, akan mengakibatkan kebutuhan gizi yang kurang sehingga dapat menyebabkan penyakit busung lapar. Sudah merupakan kesepakatan masyarakat dunia untuk membuat Perjanjian Internasional dalam pengendalian rokok, yang dimulai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara sistematik sejak tahun 1999 dan perumusannya selesai tahun 2003. Indonesia termasuk negara yang aktif memberikan sumbangan pikiran yang melahirkan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Namun Indonesia tidak bersedia menandatanganinya pada tahun 2003 oleh karena pemerintah menganggap Indonesia belum siap.
          Menurut Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)-WHO, produk tembakau adalah produk yang dibuat dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari daun tembakau sebagai bahan dasar yang diproduksi untuk digunakan sebagai rokok yang dikonsumsi dengan cara dihisap, dikunyah, atau disedot. Produk tembakau ksususnya rokok dapat berbentuk sigaret, kretek, cerutu, lintingan, menggunakan pipa, tembakau yang disedot, dan tembakau tanpa asap.
PEMBAHASAN
2.1  UNSUR  YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia, 60 diantaranya dikenal sebagai zat karsinogen dan beberapa diantaranya telah dicap sebagai bahan yang mengakibatkan iritasi.
Asap rokok termasuk
Ditemukan pada
Aseton
Menghapus cat
Arsen
Racun semut
Butan
Pemantik bahan bakar
Cadmium
Baterai mobil
Karbon monoksida
Asap buangan mobil
DDT
Insektisida
Formaldehida
Balsem cair
Hidrogen sianida
Hukuman mati dengan gas
Metanol
Bahan bakar roket
Nicotin
Racun kecoa
Fenol
Obat pembasmi kuman pada toilet
Propilen glicol
Anti beku
Toluen
Pelarut bahan industri
Vinil klorida
Plastik




2.2 BAHAYA ROKOK

Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat rokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih ditolerir oleh masyarakat. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25%. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.
Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002 : 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin.
Efek dari rokok/tembakau memberi stomulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan, Ilmu kedokteran jiwa, Psikiatri, 1979 : 33) Beberapa risiko kesehatan bagi perokok berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2004 antara lain :
1.        Di Indonesia rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik          dan emfisima pada tahun 2001.
2.      Rokok merupakan penyebab dari sekitar 5 % stroke di Indonesia.
3.      Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan    kemampuan hamil, pada pria meningkatkan risiko impotensi sebesar 50%.
4.      Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan ataupun terkena asap rokok dirumah atau di lingkungannya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah.
5.      Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20-30% lebih tinggi daripada mereka yang pasangannya bukan perokok dan juga risiko mendapatkan penyakit jantung.
6.      Lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok di     lingkungannya mengalami pertumbuhan paru yang lambat, dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga dan asma.
Disamping itu beberapa penyakit akibat merokok menurut Badan POM RI antara lain:
•Penyakit jantung dan stroke.
Satu dari tiga kematian di dunia berhubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan “sudden death” ( kematian mendadak).
•Kanker paru.
Satu dari sepuluh perokok berat akan menderita penyakit kanker paru. Pada beberapa kasus dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian, karena sulit dideteksi secara dini. Penyebaran dapat terjadi dengan cepat ke hepar, tulang dan otak.
•Kanker mulut.
Merokok dapat menyebabkan kanker mulut, kerusakan gigi dan penyakit gusi.
•Osteoporosis.
Karbonmonoksida dalam asap rokok dapat mengurangi daya angkut oksigen darah perokok sebesar 15%, mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga lebih mudah patah dan membutuhkan waktu 80% lebih lama untuk penyembuhan. Perokok juga lebih mudah menderita sakit tulang belakang.


KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
            Merokok itu sangatlah berbahaya apalagi bagi ibu yang sedang mengandung karena ibu hamil yang merokok sekitar 20 persen lebih mudah tertimpa permasalahan terkena gejala gangguan jiwa seperti delusi dan halusinasi.selain itu masih banyak lagi dampak buruk yang diakitka oleh ibu yang merokok selama mengandung.

3.2 Saran

            Mari kita jauhi rokok, Karena dapat mendekatkan kepada narkoba, sayangilah dirimu dengan menjaga tubuhmu dan lingkungan, Bila Anda memilih untuk tidak merokok itu sama artinya dengan menginvestasikan kesehatan Anda untuk beberapa tahun mendatang, setelah mengetahui sekian banyak efek negatif dari merokok, maka sangat dianjurkan untuk berhenti merokok, baik bagi suami maupun sang istri. Dan jangan lupa juga, bahwa efek yang didapat sebagai perokok pasif (menghisap asap rokok orang lain) juga sama jeleknya. Jadi hindarilah rokok selagi Anda hamil, atau merencanakan kehamilan, bahkan setelah bayi lahir. Karena newborn baby yang terpapar oleh asap rokok memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk kemungkinan terjadinya problem pada paru-paru.

DAFTAR PUSTAKA
Djmanshiro. 2008. Dampak Merokok bagi kesehatan. Surabaya: Intan Pariwara
Dr. Adhi. 2009. Merokok vs Kehamilan. Jakarta: Posted
Merokok Saat Hamil? Hmmm... Sayangi Janin Anda JAKARTA, KOMPAS.com Kamis, 1 Oktober 2009 | 21:22 WIB


•Katarak.
Merokok dapat menyebabkan gangguan pada mata. Perokok mempunyai risiko 50% lebih tinggi terkena katarak, bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
•Psoriasis.
       Perokok 2-3 kali lebih sering terkena psoriasis yaitu proses inflamasi kulit tidak menular yang terasa gatal, dan meninggalkan guratan merah pada seluruh tubuh.
•Kerontokan rambut.
Merokok menurunkan sistem kekebalan, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti lupus erimatosus yang menyebabkan kerontokan rambut, ulserasi pada mulut, kemerahan pada wajah, kulit kepala dan tangan.
•Dampak merokok pada kehamilan.
Merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Risiko keguguran pada wanita perokok 2-3 kali lebih sering karena Karbon Monoksida dalam asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen.
•Impotensi.
Merokok dapat menyebabkan penurunan seksual karena aliran darah ke penis berkurang sehingga tidak terjadi ereksi.
2.3 BAHAYA ROKOK BAGI JANIN
Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilannya berisiko membuat anak mereka terkena gejala gangguan jiwa seperti delusi dan halusinasi. Sebuah survei di Inggris menunjukkan bahwa ibu hamil yang merokok sekitar 20 persen lebih mudah tertimpa permasalahan itu.Risiko tersebut akan meningkat sekitar 84 persen jika jumlah rokok yang diisap mencapai 20 puluh batang atau lebih dalam sehari.
Riset yang diselenggarakan Universitas Cardiff, Nottingham, Bristol dan Warwick itu, seperti dikutip BBC, merupakan bagian dari sebuah studi jangka panjang Avon Longitudinal Study of Parents and Children yang meneliti bagaimana genetik dan lingkungan mempengaruhi kesehatan.
Salah satu survei dalam penelitian jangka panjang itu dilakukan terhadap kelompok anak usia dua belas tahun yang ibunya merokok semasa kehamilan.     Anak-anak itu diteliti sejauh mana mengalami kejadian halusinasi.Dalam studi prospektif 367 pasien yang dirujuk untuk USG kebidanan evaluasi, ibu merokok ternyata memiliki efek yang penting pada tingkat pematangan plasenta. Frekuensi nilai 0, I, II, dan III plasenta selama kehamilan bertekad untuk kedua kelompok merokok dan tidak merokok. Secara keseluruhan, ibu merokok memiliki lebih matang plasenta dari ibu tidak merokok.
Hal ini tercermin dari maksud awal usia kehamilan pada penampilan masing-masing nilai plasenta dalam kelompok merokok dibandingkan dengan kelompok yang tidak merokok. Rata-rata usia kehamilan penampilan nilai 0, I, II, dan III plasenta untuk ibu yang merokok 23,5, 27,9, 32, dan 34,4 minggu, masing-masing, dibandingkan dengan 26, 31,6, 35,7, dan 38,3 minggu pada kelompok yang tidak merokok. Perokok memiliki frekuensi yang lebih besar grade II 22-35 minggu plasenta daripada bukan perokok, dan frekuensi yang lebih besar dari kelas III plasenta melebihi 25 minggu. Ibu hamil yang merokok meningkatkan risiko melahirkan anak yang kesehatan mentalnya terganggu. Umumnya tanda-tanda gangguan kesehatan mental tersebut baru terlihat ketika si anak menginjak usia remaja.
Hasil penelitian tersebut dilaporkan oleh kantor berita Reuters.
Para peneliti dari empat universitas asal Inggris meneliti 6.356 anak berusia 12 tahun. Pada penelitian tersebut, masing-masing anak ditanyakan apakah mereka pernah mengalami gejala halusinasi atau berkhayal. Sekitar 19 persen di antaranya memiliki ibu yang merokok kala mereka masih dalam kandungan. Lebih dari 11 persennya, atau sekitar 734 dari anak-anak tersebut dicurigai memiliki gejala psikotis. Stanley Zammit, psikiater asal School of Medicine di Cardiff University mengatakan, bahwa ibu yang merokok saat hamil berpotensi melahirkan anak dengan gejala psikotis. Sebelum penelitian ini dilansir, sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa rokok bisa menciderai janin dari ibu hamil yang merokok. Risiko ini termasuk dalam menyebabkan bayi terlahir kecil dan meningkatkan risiko bayi meninggal mendadak pada saat tidur atau cacat jantung.
            Para peneliti memperkirakan, eksposur terhadap tembakau ketika janin masih dalam janin telah mempengaruhi fungsi impulsif, perhatian, dan kognitif anak. Selain bahaya diatas,terdapa tjuga bahaya lainnya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa merokok saat hamil dapat sebabkan calon bayi berbibir sumbing. Penelitian dilakukan oleh Dr. Rolv T. Lie dari Universitas Bergen, Norwegia. Dari 1.336 bayi yang lahir disana, 573 dari bayi tersebut menderita penyakit bibir sumbing. Ternyata ditemukan dalam penelitian, ibu-ibu bayi tersebut mempunyai kebiasaan merokok 10 batang sehari selama 3 bulan pertama            kelahiran mereka. Keguguran janin Tumbesaran janin terencat - 30% lebih tinggi  kematian janin dalam kandungan. Pendarahan dari uri (abruptionplacenta). Beratbadanberkurang - 20 hingga 30%, Masalah dan penyakit pernafasan, Mengganggu terhadap perkembangan kecerdasan, Jangkitan telinga, Leukeamia, Kanker otak 22%, Cepat lelah, Sindromkematiansecaramendadak.Bagi wanita hamil jangan sekali-kali mencoba merokok. Nikotin yang terhisap dan masuk ke aliran darah dapat mengganggu keseburan kandungan. Dan darah yang bercampur nikotin tersebut akan masuh ke janin. Ini sangat membahayakan sekali. Akibat yang ditimbulkan bayi lahir prematur.
            Bayi yang lahir dari wanita perokok memiliki berat badan yang lebih rendah ketimbang bayi yang lahir dari wanita yang tidak perokok. Penyebab utamanya ialah darah yang mengalir ke janin terhambat sehingga asupan gizi dari sang ibu untuk janin berkurang. Menurut Profesor Peter Hindmarsh, ahli endokrin anak dari University College Hospital London, Inggris mengatakan bahwa pertumbuhan bayi yang lahir dari ibu yang perokok berat akan terganggu terutama pada berat, panjang, dan lingkar kepala. Dan tidak menutup kemungkinan mempengaruhi fungsi organ tubuh lainnya seperti hati, otak maupun tulang si bayi.           
            Wanita hamil yang merokok terancam risiko keguguran hingga 25 persen daripada tidak merokok. Selain itu wanita ini memiliki risiko 1,5-2,5 kali mengalami kehamilan ektopik--janin berada di luar rahim, sehingga untuk mengangkat janin tersebut harus dioperasi.
Tidak hanya itu, air ketuban lebih awal pecahnya sebelum waktu kehamilan, ini akan mengancam kehamilan, janin bahkan wanita tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar