Powered By Blogger

Rabu, 15 Desember 2010

makalah Kemiskinan dan teknologi

kamis, 16 desember 2010

I. Latar belakang
Di dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari peristiwa-peristiwa ekonomi, peristiwa ekonomi ini selalu timbul di dalam kehidupan manusia. Hal tersebut di sebabkan di satu pihak kebutuhan manusia tidak terbatas di lain pihak alat pemuas kebutuhan manusia terbatas adanya. Kebutuhan manusia tidak terbatas inilah yang menimbulkan permintaan atas barang dan jasa yang sangat diperlukan di dalam kehidupan manusia. Seberapa jauh kemampuan permintaan kebutuhan manusia atas barang dan jasa sangat tergantung dari pada pendapatan yang mereka peroleh. Semakin tinggi pendapatan seseorang semakin besar kemampuan permintaan kebutuhan manusia atas barang dan jasa sangat bergantung dari pada pendapatan yang mereka peroleh. Dengan demikian maka semakin tinggi pendapatan seseorang semakin besar barang dan jasa.
Keterbatasan alat pemuas kebutuhan manusia menumbuhkan kegiatan penawaran atas barang dan jasa. Barang dan jasa apa yng akan dihasilkan, siapa yang menghasilkan dan bagaimana barang-barang didistribusikan sangat dipengaruhi oleh system ekonomi yang di anut oleh suatu Negara. Masing-masing system ekonomi yang ada selalu berusaha untuk mencapai kemakmuran seluruh masyarakat, walaupun di dalamnya menimbulkan kemiskinan bagi sebagian besar masyarakat.
Kemajuan ilmu dan teknologi telah meningkatkan cara berproduksi, penyebaran hasil-hasilnya dan cara memberikan kemungkinan manusia untuk menggunakan aneka barang, bahan, peralatan atau sarana untuk lebih meningkatkan taraf kehidupannya. Tetapi juga sikap masa bodoh terhadap lingkungan dan orang lain serta ketamakan manusia, kemajuan ilmu dan teknologi membawa akibat terjadinya kerusakan lingkungan, penurunan daya dukung sumber-sumber daya dan juga kemiskinan daerah atau masyarakat lain.

II. Teknologi dan kemiskinan
Teknologi, devinisi teknologi menurut Walter Buckingham yang di maksud dengan teknologi adalah ilmu pengetahuan yang di terapkan ke dalam seni industry serta oleh karenanya mencangkup alat-alat yang memungkinkan terlaksananya efisiensi tenaga kerja menurut keragaman kemampuan. Dari pengertian tersebut teknologi ini terdapat kecenderungan bahwa teknologi di anggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan. Kecenderungan inipun mempunyai sesuatu akibat, dimana kalau teknologi di anggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam perwujudan alat atau barang maka dengan sendirinya setiap jenis teknologiatau bagian ilmu pengetahuan dapat di teknologikan. Dengan demikian teknologi tidak akan pernah ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan, dan pengetahuan tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya.

Macam-macam teknologi. Ada tiga macam teknologi yang di kemukakan para ahli yaitu:
1. Teknologi modern
Cirri-ciri:
 Padat modal
 Mekanis elektris
 Menggunaka bahan import
 Berdasarkan penelitian muttakhir dll.
2. Teknologi madya
Cirri-ciri:
 Padat karya
 Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat
 Menggunaka alat setempat
 Mengguanakna bahan setempet
 Berdasarkan kebiyasaan suatu penelitihan
3. Teknologi tradisional
Cirri-ciri:
 Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja)
 Menggunakan ketrampilan setempat
 Mengunakan alat setempat
 Menggunakan bahan setempat
 Berdasarkan penelitihan dan kebiasaan
Di samping pembagian teknologi seperti yang sudah disebutkan di atas para ahli masih mengemukakan satu jenis teknologi lagi yang di sebut teknologi tepat.
Yang di maksud dengan teknologi tepat adalah sesuatu spectrum teknologi (jadi dapat berupa teknologi modern, teknologi madya, atau teknologi tradisional) yang hakikatnya telah memenuhi persyaratan teknologis, social dan ekonomik.
1) Persyaratan teknis
Yang menjadi persyaratan teknis dalam teknologi tepat adalah:
a. Jumlah produksi harus cukup dan mutu harus dapat diterima pasaran yang ada.
b. Menjamin agar hasil dapat diangkut ke pasar dengan sarana angkutan yang tersedia.
c. Memperlihatkan tersedianya peralatan serta operasi dan perawatannya, demi kontinuitas persyaratan teknis.
2) Persyaratan social
Persyaratan social ini meliputi:
a. Memanfaatkan keterampilan yang sudah ada.
b. Menjamin timbulnya perluasan lapangan kerja yang dapat terus menerus berkembang.
c. Menekan seminimum mungkin pergeseran tenaga kerja yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran dan setengah pengangguran.
d. Membatasi sejauh mungkin timbulnya ketegangan social budaya dengan mengatur agar peningkatan produksi berlangsung dalam batas-batas tertentu.
3) Persyaratan ekonomik
Meliputi:
a. Membatasi sedikit mungkin kebutuhan akan modal
b. Menekan seminimal mungkin kebutuhab akan devisa
c. Mengarahkan pemakaian modal agar sesuai dengan rencana
d. Menjamin agar hasil dan keuntungan akan kembali kepada produsen
e. Dapat mengarahkan banyak produsen kea rah cara perhitungan ekonomis yang baik.
f. Mengarahkan usaha pada pengelompokkan secara kooperatif

Kemiskinan, Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problema yang uncul dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di Negara-negara yang sedang berkembang. Masalah kemiskinan ini di katakn sebagai suatu problema karena masalah kemiskinan menuntut adanya suatu upaya pemecahan masalah secara berencana, terintegrasi dan menyeluruh dalam waktu yang singkat. Upaya ini dengan tujuan untuk mempercepat proses pembangunan yang selama ini sedang di laksanakan. Istilah kemiskinan sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang asing dalam kehidupan kita. Kemiskinan yang di maksud di sini adalah kemiskinan di tinjau dari segi material (ekonomi).
Menurut Prof. DR. Emil Salim kemiskinan yaitu merupakan suatu keadaan yang di lukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.
Atau dengan istilah yang lain kemiskinan itu merupakan ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pokok, sehingga mengalami keresahan, kesengsaraan atau kemelaratan dalam setiap langkah hidupnya.

Faktor penyebab timbulnya kemiskinan:
1. Pendidikan yang terlampau rendah
2. Malas bekerja
3. Keterbatasan sumber alam
4. Terbatasnya lapangan kerja
5. Keterbatasab modal
6. Beban keluarga

Upaya pemecahan masalah kemiskinan:
1) Latihan pendidikan ketrampilan
2) Berwiraswasta
3) Pemasyarakatan program keluarga berencana

Mengaitkan teknologi dan kemiskinan sebenarnya adalah suatu hal yang kontradiksi. Teknologi adalah untuk kesejahteraan. Teknologi di terapkan oleh manusia demi kesejahteraan manusia, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Artinya menciptakan dan mencarikan kesenangan manusia, melindungi malapetaka kelaparan, dari bahaya kekejaman alam dan mampu memenuhi tiga kebutuhan pokok manusia, seperti sandang, pangan, dan papan.
Noerdin (1985) menyatakan bahwa pengertian teknologi lebih luas, bukan sekedar mengaitkan teknologi dengan angineering, perekayasaan. Misalnya kita melihat jempatan yang megah, gedung, kapal, ruang angkasa, itu hanya hasil teknologi. Teknologi lebih tepat di sebut proses teknologi, pemikiran teknologi yang sebagai hasil akhir memberikan kepuasan dan kesenangan materi pada umat manusia. Kesemuanya memperlihatkan, bahwa tujuan teknilogi adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia, dengan memenuhi tuntutan meterinya, bahwa teknologi adalah penerapan sains demi kesejahteraan manusia.
Jadi kemiskinan adalah kekurangan materi. Kalau begitu kenyataannya adalah suatu hal yang sangat mustahil mengaitkan teknologi dan kemiskinan. Namun demikian, apabila mengaitkan mengaitkan teknologi dengan kemiskinan dalam arti luas, yaitu kemiskinan yaitu materi, kemiskinan social dan kemiskinan spiritual ternyata mungkin juga (Noerdin, 1985).
Mmanusia hidup dalam berbagai dunia, yaitu dunia kebendaan, dunia social, dan dunia spiritual. Manusia hidup dalam dunia kebendaan, ia berada dalam lingkungan fisik, atau sering di sebut lingkunan saja. Manusia dalam dunia social, ia berada dalam lingkungan social, dengan sesame manusia, dengan social cultural, untuk memenuhi kebutuhan sosialnya sebagai anggota masyarakat. Manusia dalam dunia spiritual, ia berusaha memenuhi kebutuhan spiritualnya, sangat pribadi dan merupakan urusannya dia sendiri (manusia).
Dari gambaran di atas jelaslah bahwa masyarakat kita belum siap semuanya untuk menerima suatu teknologi. Jika demikian halnya, maka perlu di bekali terlebih dahulu pengetahuan seperlunya tentang masalah teknologi, sehingga mereka siap dan matang untuk menuju kearah sana. Dalam usahanya untuk mencari sumber tenaga untuk menjalankan impian teknologi, maka kita harus menemukan kunci untuk melepaskan rahasia alam yang tersimpan dalam teknologi. Masyarakat kita harus di siapkan untuk menerima teknologi yang telah menjelma sebagai pemusnah. Mentransformasikan teknologi baru dan dunia barat misalnya, berarti kita harus sudah hidup serasi dengan teknologi itu. Tanpa persiapan ke arah itu, berarti kita dapat di hancurkan oleh satu kekuatan teknologi dan pada gilirannya akan terjadi perbenturan sisitem nilai dan hilangnya identitas sosial yang kita agungkan dan hormati. Celakanya, apabila kita belum siap, akan terjad penyimpangan-penyimpangan tingkah laku warga masyarakat. Penyimpangan ini dapat berwujud tindakan yang berlawanan dengan pola normative yang di lembagakan dan juga tingkah laku yang mengganggu keseimbangan dalam proses social.

III. IV. Kesimpulan
Pada dasarnya masing-masinga system ekonomi yang ada selalu berusaha untuk mencapai kemakmuran, baik system ekonomi kapitalis, sosialis, system ekonomi Indonesia maupun system ekonomi lainnya. Untuk membedakan system ekonomi yang satu dengan sisitem ekonomi yang lainnya dapat di bedakan menurut system mekanisme koordinasi, menurut hak milik dan menurut motivasi-motivasi yang di berikan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat di pisahkan secara tegas karena keduanya saling berkaitan, sebab teknologi adalah sebagai penerapan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan maupun teknologi penting artinya sebagai upaya mengurangi kemiskinan demi tercapainya kemakmuran bagi seluruh umat manusia.
Dngan demikian antara system ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai tujuan yang sama, mempunyai hubungan yang erat dalam upaya mencapai kemakmuran.

IV. Daftar pustaka
Hartomo,dkk. 1990. Ilmu sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Jacob. 1987. Manusia Ilmu dan Teknologi. Yogyakarta: Tiara Wacana
Noor, Arifin. 1997. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Pustaka Setia
Wahyu. 1986. Wawasan Ilmu Sosial Dasar. Banjarmasin: Usaha Nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar