thursday december 30
Kata-Kata Mengenai Hati
Ali bin abi tholib berkata " manfaatkanlah waktu-waktu ini, sesungguhnya ia berlalu sebagaimana awan berlalu, dan tidak meninggalkan bekas apapun setelah lewat ".
_seruan kebaikan, seruan shalat, seruan berpuasa, seruan berzakat, seruan beribadah haji dan seruan berinfak di jalan allah tidak menggetarkan sedikitpun orang yang tidak menyucikan jiwa itu dan merugilah orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams : 7-10).
Adapun jalan menuju kesucian jiwa, seseorang harus berjuang, sehingga hati menjadi jernih dari noda, hati menjadi terang mudah mendengar seruan kebaikan, dan hati menjadi ikhlas dalam mengamalkan perintah Allah dan tuntutan Rosullah SAW.
Allah berfirman : _".... dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaanNya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sunggug beruntunglah orang yang dilubuk hatinya untuk beranjak beramal shaleh."
Rosullah SAW bersabda: " Kalau tidak karena hati kalian ternoda dan pembicaraan (lisan) kalian yang berlebih-lebihan niscaya kalian akan mendengar apa yang aku dengar." (HR. Ahmad)
Hadits Rosullah tersebut sengaja kami jadikan pembuka untuk mengetahui penyebab penghalangnya taufik hidayah bagi manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar