Powered By Blogger

Rabu, 29 Desember 2010

Hidup Ini, Hanya Sekali dan Sesaat Saja

_____. Nggak terasa ya, edisi pekan ini adalah edisi terakhir di tahun 2010, karena pekan depan insya Allah kita sudah berada di awal tahun 2011, dan tentunya kita semakin tua. Itu artinya pula, kian berkurang saja jatah hidup kita di dunia ini. Semoga hidup kita senantiasa lebih baik dari hari ke hari. Dan, insya Allah kamu semua tetap akan mendapatkan informasi, yang tidak saja menarik, tetapi juga bermanfaat dari buletin gaulislam. Sebabnya apa? Karena kami di gaulislam sangat sayang sama kamu semua. Cieee.. ini bukan rayuan gombal maupun rayuan gembel, tapi jujur ini datangnya dari lubuk linggau, eh maaf, dari lubuk hati yang paling dalam. Semoga saja kami di gaulislam bisa selalu memberikan yang terbaik untuk kamu semua dalam belajar Islam. Insya Allah ya.
Kamu mungkin bertanya-tanya kali ya, kenapa sih gaulislam bahas tema beginian? Kenapa nggak bahas soal kekalahan timnas sepakbola Indonesia yang dibantai timnas sepakbola Malaysia 3 gol tanpa balas di Final leg 1 AFF Cup? Bukankah kita semua udah paham bahwa hidup kita memang hanya sekali dan hanya sesaat di dunia ini? Ya, memang benar. Hidup kita hanya sekali dan sesaat saja di dunia ini. Semua orang insya Allah banyak yang tahu dan sudah sering dibahas. Namun, saya juga masih menyimpan rasa khawatir, khususnya buat kamu para remaja. Why? Yup, karena meski kelihatannya udah tahu dan ngerti, tetapi sering LUPA. Catet ya, saya tulis dengan huruf kapital semua: LUPA. Kita dan kamu semua bukan berarti tidak tahu bahwa hidup di dunia ini singkat. Nggak, bahkan sangat paham. Tapi sayangnya banyak yang lupa kalo hidup ini ternyata singkat. Kadang malah kita juga lupa identitas kita sebagai muslim dan cinta Islam. Buktinya ya lebih kecewa timnas sepakbola Indonesia keok ketimbang kecewa bahwa banyak kaum muslimin yang melanggar syariat. Ya, itu namanya lupa dalam menentukan prioritas amal perbuatan, termasuk dalam menentukan cara berpikir dan berperasaan. Kok bisa lupa?
Bisa saja, Bro en Sis. Namanya juga manusia. Tempatnya salah dan dosa. Memang harus diakui juga bahwa ada manusia yang menyadari kesalahan dan dosa yang diperbuatnya, sehingga ia benar-benar bertobat dan ada juga yang nggak nyadar-nyadar sampe wafat. Nah, kamu mau pilih yang mana? Manusia yang mau mengakui kesalahannya atau tetap bangga dengan kesalahannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar